PANDUAN AWAL PEMBUATAN KTI, SKRIPSI

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Untuk setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Baik penelitian murni maupun terapan, semuanya berangkat dari masalah, hanya untuk penelitian terapan, hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan.

Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan.

Latar belakang masalah berisi tentang apa yang menjadi masalah penelitian, alasan mengapa masalah itu penting dan perlu diteliti,masalah tersebut harus didukung dengan data empiris sehingga jelas memang ada masalah yang akan diteliti.

Latar belakang terdiri dari 4 bahasan :

  1. Bahasan pertama yaitu introduction Berisi tentang masalah yang akan diteliti. Penelitian langsung mengungkapkan permasalahan inti yaitu pengertian dari sesuatu yang akan dibahas. Permasalahan bisa diungkapkan dengan melihat fenomena yang ditemukan ditempat penelitian atau dimasyarakat. Sebaiknya diuraikan secara sistematis, ringkas dan terarah pada suatu permasalahan yang ingin diteliti.
  2. Bahasan kedua yaitu justifikasi Berupa besarnya masalah dan pengaruh yang timbul terhadap kesehatan. Justifikasi adalah pembenaran dan bukti secara outentik tentang keberadaan masalah yang diuraikan,maka data ini diperkuat dengan data kuantitatif yang berupa jumlah kejadian peristiwa yang diperoleh dari data internasional,nasional dan lokal. Dan diupayakan data yang mutakhir yang dapat diperoleh dari survey awal.
  3. Bahasan ketiga yaitu kronologis Berupa penyebab masalah dan dampak dari masalah. Kronologis ini berisi tentang bagaimana kejadian suatu masalah sampai timbulnya sebab dan akibat jika masalah tersebut tidak ditangani. Ini dapat diuraikan tentang teori masing –masing variabel dan hubungannya serta akibat jika masalah tersebut tidak diselesaikan.
  4. Bahasan keempat yaitu solusi Berupa konsep pemecahan yang sudah dan akan digunakan. Berisi tentang alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah dan dampak yang ditimbulkannya.diupayakan tidak hanya satu solusi supaya beberapa pihak yang terkait dengan penelitian dapat dijelaskan.

1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.

Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian :

  1. Rumusan masalah deskriptif
  2. Rumusan masalah komparatif
  3. Rumusan masalah assosiatif

 

1.3  Tujuan Penelitian

1.3.1        Tujuan umum

1.3.2        Tujuan khusus

1.4  Manfaat Penelitian

Secara garis besar manfaat penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Manfaat Teoritis

   Manfaat bagi ilmu pengetahuan

2. Manfaat Praktis

    1. Bagi akademis
    2. Bagi masyarakat umum
    3. Bagi pemerintah
    4. Bagi peneliti

 

TINJAUAN PUSTAKA

 

Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teori untuk pelaksanaan penelitian.

Teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistemik.

 

Kerangka konsep penelitian merupakan kerangka hubungan antara konsep-konsep yang akan diukur atau diamati melalui penelitian yang akan dilakukan.

 

Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan

 

METODE PENELITIAN

Desain penelitian merupakan kerangka acuan bagi peneliti untuk mengkaji variabel dalam suatu penelitian.

Jenis :

  1. Penelitian deskriptif merupakan bagian dari jenis penelitian observasional, yang dilakukan melalui pengamatan (observasi) baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa ada perlakuan atau intervensi. Jenisnya : penelitian Survey dan penelitian studi kasus.
  2. Rancangan penelitian analitik yaitu penelitian yang mencoba mencari hubungan antar variabel. Jenisnya : Penelitian Cross Sectional, Penelitian kasus kontrol (Case Control), Penelitian Kohort (Cohort),
  3. Penelitian Eksperimental atau percobaan adalah kegiatan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Jenisnya Penelitian Pra Eksperimental, Eksperimen Semu (Quasy Experiment), dan Eksperimen Sungguhan (True Experiment).

 

Kerangka kerja adalah pentahapan (langkah-langkah dalam aktifitas ilmiah) mulai dari pendekatan, populasi, sampel dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak awal penelitian akan dilaksanakan.

 

Populasi merupakan seluruh subjek (manusia, binatang percobaan, data laboratorium dan lain-lain) yang akan diteliti.

 

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti.

 

Sampling adalah teknik yang dipergunakan untuk mengambil sampel dari populasi.

 

Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan.

Macam-macam variabel :

  1. Variabel independen atau variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen.
  2. Variabel Dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
  3. Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Disebut juga sebagai variabel independen kedua.
  4. Variabel Intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
  5. Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

 

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati.

 

Instrumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan suatu metode.

Jenis :

  1. Kuesioner (daftar pertanyaan) adalah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengedarkan suatu daftar pertanyaan yang berupa formulir.
  2. Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
  3. Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data secara lisan.

PEMILIHAN UJI STATISTIK UNIV ARIAT/BIV ARIAT

 

 

Tujuan uji

 

Jumlah sampel / pasangan

 

Sampel bebas / berpasangan

Jenis variabel

Rasio-interval pop.berdistribusi normal

Ordinal / rasio-interval distrib. tak normal

Nominal / kategori

 

 

 

 

 

Komparasi

2

Bebas

Uji t 2 sampel bebas

–          Uji Mann Whitney

–          Uji jumlah peringkat dari Wilcoxon

–          Uji khi-kuadrat

–          Uji eksak dari Fisher

Berpasangan

Uji sampel berpasangan

Uji peringkat bertanda dari Wilcoxon

Uji McNemar (u/kategori dikotomik)

>2

Bebas

Anava 1 arah

Uji Kruskall-Wallis

Uji Khi-kuadrat

 

Berpasangan

Anava u/ subyek yang sama

Uji Friedman

Uji Cochran’s Q (u/kategori dikotomik)

Korelasi

 

 

–          Korelasi dari Pearson (r)

–          (Regresi)

–          Korelasi dari Spearman (rs)

–          Asosiasi Kappa (?)

–          Koefisien Kontigensi (C)

–          Koefisien Phi

 

Syarat uji :

  1. Sampel random
  2. Variabel lebih dari 1

Cara memilih uji :

  1. Jenis skala data (nominal, ordinal, interval dan rasio)
  2. Tujuan uji (korelasi atau komparasi)
  3. Sifat sampel (sampel bebas atau sampel berpasangan)

 

 

Jenis Skala data

  1. Skala nominal adalah skala mengelompokkan obyek atau peristiwa dalam berbentuk kategori. Skala nominal diperoleh dari pengukuran nominal yaitu suatu proses mengklasifikasian obyek-obyek yang berbeda kedalam kategori-kategori berdasarkan beberapa karakteristik tertentu.
    Karakteristik data nominal adalah :
  2. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori)
  3. Kategori data tidak disusun secara logis
    1. Skala ordinal adalah jenis skala yang menunjukkan tingkat. Skala ini biasanya dipergunakan dalam menentukan ranking seseorang dibandingkan dengan yang lain. misalnya ranking siswa dikelas dibuat dari nilai tertinggi sampai nilai terendah. Ranking pertama dan kedua tidak memiliki jarak rentangan yang sama dengan rankin kedua dan ketiga. Contoh lain skala ordinal adalah nilai mahasiswa dalam bentuk huruf, A, B, C, D dan E.

Skala ordinal memiliki karakteristik :

  1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori.
  2. Kategori data tidak disusun secara logis.
  3. Kategori data disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.
    1. Skala interval adalah skala yang yang memiliki jarak yang sama antar datanya akan tetapi tidak memiliki nol mutlak. Nol mutlak artinya tidak dianggap ada. Salah satu cirri matematis yang dimiliki skala interval adalah penjumlahan. Dengan demikian, kita dapat membuat operasi penambahan atau pengurangan. Misalnya, jarak pada temperature tertentu. Jarak antara 250F dengan 500F sama dengan jarak 750F dengan 1000F. akan tetapi, skala suhu ini tidak memiliki titik nol mutlak sehingga kita tidak bisa melakukan operasi perkalian dan pembagian. Untuk itu maka ada satu lagi skala yaitu skala rasio.

Skala rasio adalah skala pengukuran yang memiliki nol mutlak sehingga dapat dilakukan operasi perkalian dan pembagian. Misalnya berat badan, tinggi badan, pendapatan dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s